Dua Srikandi Kakak Beradik Jawa Barat Peraih Medali Emas International di masa Pandemi

  • Whatsapp
banner 468x60

Bandung,Jawabarat : Jurnal Wicaksana, 29Juni2021 –

“Usaha tidak pernah mengkhianati hasil selama masih ada kemauan.” Inilah yang dijalani kakak-beradik, Hisnayati Eka Willyansasri (23) dan Romadoniyati Ruhhaidah Welliansyah (19) saat mengikuti 2nd International Virtual Kata Championship 4 April lalu yang diselenggarakan secara virtual oleh Shotokan Karate-Do International European Federation of India (SKIEFI) di Punjab, India.
Di bawah naungan perguruan Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) provinsi Jawa Barat, bersama atlet lainnya mereka berlatih secara intensif, terlebih sistem virtual ini merupakan pengalaman pertama dalam mengikuti sebuah turnamen sejak wabah Covid-19 mewabah dunia.
“Saya harus semangat berlatih untuk event internasional ini,” ujar Hisnayati Eka. Meskipun harus bekerja, dia gunakan waktu luangnya untuk berlatih di sela Work From Home (WFH). “Saya harus mempersiapkan fisik, teknik serta menjaga pola makan dan kesehatan,” lanjut karyawan Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung ini. Hisnayati yang juga alumni Sekolah Ting gi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung (2019), dalam turnamen virtual internasional itu harus menghadapi lawan lawan dari India, Iran dan Maharastra di kelas Female Senior 21-39 Years Old Kata Black Belt.
Begitu juga adiknya, Romadoniyati Ruhhaidah, seorang mahasiswi FKIP Tingkat 2 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pasundan Bandung. “Saya sangat senang, walau terkadang juga merasa lelah karena harus berbagi waktu antara jadwal perkuliahan online, jadwal menembak dan jadwal latihan persiapan mengikuti turnamen karate kemarin,” tuturnya. Hal paling utama yang harus dipersiapkannya adalah mental, fisik juga kesehatan, mengingat lawan yang harus dihadapinya dari India, Malaysia, Iran, dan Tamilnadu di kelas Female Senior 18-20 Years Old Kata Black Belt.
M. Arry Welliansyah (47), orang tua dan juga pelatih kedua atlet karate itu mengatakan, sebagai seorang pelatih kita harus bisa menyiasati jadwal rutin mereka. Lalu, memberikan motivasi, inspirasi serta kepercayaan penuh kepada seluruh atlet yang akan bertanding menjadi modal utama dalam membimbing langkah dan menggapai impian mereka. “Terlebih dalam hal ini satu sisi saya sebagai pelatih dan satu sisi sebagai orang tua tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Kita harus pandai-pandai memposisikan diri di antara mereka,” lanjut ASN Kota Bandung yang juga berhasil meraih Medali Perak di turnamen yang sama di kelas Male Veteran 46-50 Years Old Kata Black Belt setelah berhadapan dengan lawan dari Nepal, Swedia, Malaysia, dan Philipina.
“Semua prestasi yang telah diraih selalu atas rido dan kehendak Tuhan. Sepatutnya harus kita syukuri,” kata Arry. Selain itu, ada nilai pembelajaran yang dapat kita sampaikan kepada mereka mengenai Cinta Tanah Air dan Bela Negara melalui keikutsertaan mereka dalam turnamen ini. Memang, harus ada pengorbanan, ketekunan, kekompakan, serta Nilai Juang yang harus dikobarkan untuk mengharumkan nama bangsa kita sesuai usia mereka saat ini “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi, motivasi dan cerita untuk diri mereka, teman-teman, dan anak cucu mereka kelak sebagai langkah kaderisasi mengharumkan nama bangsa, khususnya melalui cabang olahraga karate Indonesia,” imbuh Kak Welli, sapaan akrabnya di tempat latihan. (dojo) yang juga Pembina Pramuka dan Drumband kota Bandung.
Kedua srikandi putri dari pasangan M. Arry Welliansyah dan Yunitasari ini sangat bersyukur dapat meraih Medali Emas seta turut mengharumkan nama Indonesia dan juga nama perguruan Karate mereka, ASKI di tingkat dunia. Kedepannya mereka akan tetap berusaha agar bisa terus mengharumkan nama Indonesia dan membuktikan bahwa kita memiliki atlet-atlet Karate yang andal.

Penyunting – Pnd
(Red.jw001)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *