“Ge-Nose C-19, tetep di berlakukan di Bandara Ngurah Rai , Denpasar Bali

  • Whatsapp
banner 468x60

Denpasar, jurnalwicaksana/jwgroup ; -Surat Edaran Terbaru Gubernur Bali Diberlakukan, Taufan Yudhistira Sebut Layanan “GeNose C-19” Tetap Dibuka di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Stakeholder Relation Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira mengungkapkan, layanan “GeNose C-19” dan “Rapid Test Antigen” di Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap dibuka, usai ditetapkan pemberlakuan SE terbaru Gubernur Bali, saat dihubungi via ponsel. “Ketentuan tersebut, hanya berlaku untuk PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) yang masuk Bali, bukan untuk keluar Bali,” ungkap Taufan Yudisthira.

Tak dapat dipungkiri, kebijakan terbaru tersebut, kemungkinan besar akan mempengaruhi perkembangan “Traffic Kedatangan Penumpang” penerbangan domestik. “Saya rasa “Traffic-nya” pasti turun, akan tetapi, presentasenya belum bisa diprediksikan,” ungkap Taufan Yudhistira. Namun demikian, kata Taufan Yudhistira, bisa dimaklumi, karena, hal itu, diyakini, untuk kesehatan bersama.

Bahkan, pihaknya mengaku sudah mulai mensosialisasikan kebijakan baru berupa SE (Surat Edaran), yang dikeluarkan Gubernur Bali, Wayan Koster,” kata Taufan Yudhistira.

Dalam SE terbaru tersebut, diakuinya, ketentuan tersebut, memang berlaku, mulai Senin (28/6/2021). Namun, baru diberlakukan secara penuh, mulai Rabu (30)6/2021). Disebutkannya, masih ada masa transisi dua hari, yaitu 28 & 29 Juni 2021. Dirinya menyebutkan, hingga saat ini, belum ada kebijakan serupa, yang diterima dari daerah lainnya, termasuk pula dari Satgas Nasional,” ujar Taufan Yudhistira.

Mengacu SE terbaru Gubernur Bali, lanjut Taufan Yudhistira, hasil negatif uji swab berbasis “Test PCR” wajib dilengkapi dengan “Barcode (QRCode). Hal tersebut, untuk memastikan keaslian dan keakuratan persyaratan tersebut. “Selain “Test PCR”, persyaratan wajib mengisi e-HAC Indonesia,” pungkas Taufan Yudhistira.

Sebelumnya, seperti dilansir dari media online ternama di Tanah Air, Pemprov. Bali lewat SE terbarunya, mewajibkan PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) yang masuk Bali lewat udara, menggunakan “Test PCR”. Bahkan, dikatakannya, memperketat pintu masuk Bali, dengan syarat menggunakan uji swab berbasis “PCR” dan tidak boleh lagi memakai “GeNose”. Begitu juga, jalur darat dan jalur laut, minimum harus memakai “Rapid Test Antigen”. Selain itu, Gubernur Bali berharap, kedua jalur ini, darat dan laut juga bisa memakai “Test PCR”, malah disebutkan “Test GeNose” juga tidak diberlakukan lagi,” ungkap Gubernur Bali, Wayan Koster, saat diwawancarai awak media di gedung DPRD Bali, Senin (28/6/2021).(dw/ace)

(Red.jw001)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *