Pilkada Nabire Papua, masih menyisakan tindak pencideraan demokrasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Nabire, papua || jwgroup ; Perseteruan politik di tanah Papua, menyisakan buntut gugatan di MK – Mahkamah Konstitusi.

Yang secara langsung menjadi polemik di tengah pandemi covid19.

Kabupaten Nabire, adalah sebuah lokasi area yang cukup memiliki potensi sumber daya alam tanah Papua yang cukup besar dan seksi.
Banyak lahan tambang emas yang menjadi incara para investor dari manapun.

Hal tersebut menjadi pengaruh kuat, adanya intervensi dari kekuatan Politik Negara dan kekuatan Politik Kelompok Pengusaha Besar di Indonesia.

Maka, proses Pilkada yang sudah di gelar pada Juli 2021 yang lalu, masih menyisakan masalah yang cukup pelik.

Redaksi, mendapat sumber informasi bahwa Pilkada Nabire disebutkan Cacat Hukum dan Ada Kandidat Pasangan Calon yang melakukan Pelanggaran Masuk kategori TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif).

Sumber masalah yang terjadi , yakni adanya Keputusan KPU Nabire yang menetapkan Perolehan Hasil PSU (Pemungutan Suara Ulang) – dan hasil angka nya memenangkan Pasangan Calon Nomor Urut 2.

Namun, selisih kemenangan yang hanya terpaut 7.000 suara, memicu polemik masalah karena ditemukan berbagai fakta pemilihan yang ganda dan pelanggaran lain yang sistematis dan masif.

Yufinia Mote dan Muhammad Darwis sebagai Pasangan Calon Nomor Urut 1 , menyatakan sangat Berkeberatan dengan adanya Keputusan KPU Nabire tersebut, “Saya merasa keberatan atas hasil PPSU, dan Marasa terzolimi karena banyaknya pelanggaran yang terjadi sehingga hasilnya sangat menciderai demokrasi terutama, pasangan kami yang sangat di rugikan”, oleh karenanya dirinya bersama pasangannya mengajukan gugata kepada Mahkamah Konstitusi agar Keputusan KPU Nabire dibatalkan.
Dan selanjutnya Mahkamah Konstitusi diharapkan dapat memberikan keputusan adil dan berkah untuk semua.

Analis Politik dari Mercu Buana , Putri Novita menyesalkan masih adanya sebuah praktik penyelenggaraan Pemilu yang tidak memenuhi aspek Jurdil dan Luber.
Maka, sudah seharusnya Pilkada Nabire dilakukan sebuah evaluasi yang secara struktur di ganti KPU nya. Tutur Putri yang saat ini sebagai salah satu Kaum Muda peduli Politik Bersih di Indonesia.

(Red_jw001)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *