Panglima TNI minta 4.500 Hektar di Wilayah IKN : Permintaan yang Realistis, tutur Prof HOGA (Ketua Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group)

  • Whatsapp

Jakarta, 20 Feb 2022 jwgroupnews – media-istana.com ; Hal strategis dalam sebuah ketahanan satu negara yaitu soliditas Pemerintahan yang didampingi oleh Aparatur Negara serta Militer yang Kuat dan Kompak.

Minggu,20/2/2022 setelah berolahraga bersama, redaksi jwgroup melakukan wawancara khusus dengan Ketua Dewan Pakar JWGroup (Jurnal Wicaksana Group) untuk berkenan memberikan argumentasinya atas adanya permintaan Panglima TNI Andika Perkasa terkait Lahan untuk TNI di Ibukota Nusantara Kalimantan Timur yang sudah ditetapkan presiden pada beberapa waktu lalu.

Adalah Profesor Dr. Hoga Saragih, ST.,MT.,IPM.,CIRR seorang Akademisi yang sangat mencintai profesinya sebagai Guru.
Berawal dari Guru Biasa, menjadi Dosen dan saat ini menjadi Guru Besar dan mengajarkan Ilmu Pengetahuannya kepada manusia Indonesia secara bersemangat dan penuh kegembiraan.

Berikut wawancara redaksi dengan Prof Hoga (panggilan akrabnya)
Redaksi – Tanggapan Profesor atas IKN ?
.Prof Hoga : ” Saya pribadi mendukung dan berharap bisa segera dan dipercepat proses pembangunannya”, jawab Prof Hoga

Red – Panglima minta 4.500 Hektar untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan arena Markas Besar TNI di wilayah IKN daerah Kabupaten Penajam Provinsi Kalimantan Timur, apa komentar profesor ?

Prof Hoga : ” Saya sebagai salah satu Alumni Lemhannas RI PPSA-22, merasa bangga jika TNI memiliki Teritori Markas Besar yang Luas dan Bangunan yang Lengkap. Jika Panglima meminta 4.500 Hektar, itu sangat Wajar.
Kalaupun minta lebih dari itu, 10.000 hektar pun, Pemerintah wajib mengupayakannya… Yg terang Prof Hoga.

Red – kenapa begitu, prof?
Sambil tersenyum khas Prof Hoga dan dengan semangat beliau menerangkan ; “TNI saat ini Jumlahnya Besar, ada Tiga Matra di dalamnya, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dimana di masing masing Matra memiliki perangkat kemiliteran yang sudah semakin banyak seiring kebutuhan kesiapsiagaan Militer dalam membela dan menjaga Pertahanan Negara. Berbagai ruangan dan kantor yang diperlukan juga wajib memiliki Luasan Ruangan yang memadai.
Bahkan saya sebagai seorang ilmuwan dibidang Teknologi Informasi, melihat bahwa Teritorial Markas Besar TNI yang saat ini ada, masih belum cukup jika untuk dilaksanakan sebuah Apel Besar TNI berikut seluruh Peralatan dan Jumlah Tentara yang Wajib standby menjaga Ibukota Negara.
Jadi di dalam teritori satu Matra jika dibangun secara lengkap, membutuhkan sekitar 3.000 hektar.
Jadi kalau ada 3 Matra, maka luas lahan Markas Besar TNI, yang ideal seluas 6.000 hektar.
Nah kalau Panglima minta 4.500 hektar, maka itu menurut saya sangat Realistis dan mendekati idealnya sebuah Markas Besar Tentara yang bertugas Menjaga Ibukota Negara , yang menjadi tempat berkantornya Presiden, Menteri dan seluruh Lembaga Tinggi Negara.

Red – baik Prof. Terima kasih banyak atas wawancara khususnya.

Redaksi JWGroup yang juga memiliki satu analis redaksi yang khusus meliput dan memonitor kinerja TNI selama ini, menemukan beberapa referensi terkait berbagai kebutuhan infrastruktur bangunan bagi Tentara Nasional Indonesia.

Jenderal Andika Perkasa Pasti memiliki dasar yang terukur dalam sebuah Paradigma Milter Modern untuk landasan permintaan Luas Lahan untuk TNI di IKN (Ibukota Nusantara).

(Red jw001k

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.