Hari Raya Pagerwesi Adalah pemujaan terhadap Ida Sanghyang Paramestiguru

  • Whatsapp

Tabanan,JW-MIKBALINews.
Setiap hari Rabu, kliwon wuku sinta umat Hindu di Bali khususnya , memperingati Hari Raya PAGERWESI yaitu pemujaan terhadap Ida Sanghyang Paramestiguru.

Pagarwesi berasal dari kata Pagar dan wesi dimana pagar artinya perlindungan/keselamatan dan wesi artinya kekuatan jadi pagarwesi mangandung makna Perlindungan yg sangat kuat terhadap diri manusia dari pengaruh hal-hal k jahat di samping itu pula Hari Raya Pagarwesi juga bermakna sebagai hari pemujaan terhadap GURU SEJATI.

Sebagai bentuk bhaktinya terhadap kebesaran Ida Sanghyang Paramesti guru umah Hindu melaksanakan upacara di masing-masing Merajan rumah tangga secara tulus dan iklas sesuai dg kemampuannya.

Seperti yang dilakukan oleh warga Merajan Pasemetonan Kasunaran Prabali Kukuh, Br. Adat Bongan Jawa yg bertepatan dg hari Rabu, Kliwon wuku Sinta tanggal 30 Maret 2022 adalah puncak Odalan di Merajan Kawitan dan Merajan Gede, menurut Klian pengempon Merajan Kasunaran Prabali Kukuh Ni Wayan Sriati mengatakan piodalan di Merajan ini rutin dilakukan setiap 6 ( enam ) bulan sekali yg diempon oleh 17 KK.
Dikatakan juga sesuai lontar Sundarigama hari raya Pagarwesi bermakna memagari diri sendiri atau menurut Bali “magehin awak” sehingga manusia bisa terhindar dari segala kekuatan yg tidak baik yang datang dari alam sekala maupun niskala.

Dengan melakukan sembahyang bersama di Merajan masing” keluarga.
“JW-MIKBALINews,Rabu30/3/2022 “

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.